Memulai usaha memang tak semudah dikata. Tetapi dengan berbekal keyakinan,
keberanian melangkah dan niat yang kuat, maka di bumi mana pun kita berpijak
peluang selalu terbuka. Dengan atau tanpa modal.
Yuli Vitati Darmawan. Seorang karyawan yang harus Resign dari pekerjaanya
karena sang suami berpindah tugas ke Banten, telah membuktikannya. Memulai
usaha dengan modal nol hingga menghasilkan gol.
Berawal dari poster “Banten Expo”. Yuli nekad mengambil stan, meski belum memiliki barang yang di perdagangkan.
Hingga akhirnya Yuli menjual kembali barang-barang (batik-batik milknya yang belum
digunakan).
Stan Yuli laris manis, ludes dalam waktu empat hari. Apa rahasianya ? Yuli
bekerjasama dengan beberapa orang pemahat kayu untuk beraksi di stan miliknya.
Mereka di persilakan memahat di stan. Sebuah simbiosis mutualisme, sang pemahat
mendapat stan gratis untuk mempromosikan pahatannya. Begitu juga Yuli mendapat
pinjaman property ukiran kayu untuk penampilan bootnya, imbas lainnya, stan
berkesan lebih artistik dan barang-barang Yuli pun dilirik pembeli.
Setelah itu Yuli
ketagihan expo. Meski batik dipromosikan sebagai batik Serang, tetapi pada awalnya
batik didapatkannya dari Solo dan Wonogiri. So,..jangan takut melangkah ya!!
Sekarang usaha batik
tersebut telah berkembang,..Yuli memiliki dua gerai di Hotel kota Banten dan
Cilegon, sudah mulai memproduksi sendiri batiknya dan sudah memiliki workshop
sendiri.
*Di sarikan dari
Majalah Sekar edisi 91
Ingin mengetahui versi
lengkap? Buka Majalah Sekar (tgl 5-19 September) halaman 54
Atau di
http://www.majalahsekar.com
SEMOGA BERMANFAAT.